Mangga Yang Pedih

Berawal dari seorang mahasiswa yang bernama Fahrizal, dia adalah kawan sekamar Fauzi, Aidil, dan Roli di penginapan wajib sekarang di sebuah asrama di kawasan Darussalam, Banda Aceh. Mereka yang baru saja duduk di bangku kuliah itu memang di wajibkan untuk mencicipi pahit manisnya tinggal di asrama, itu memang program wajib yang dibuat oleh universitas tempat mereka kuliah.
Pada waktu itu, kebetulan si Fahrizal membawa beberapa buah mangga hasil
panen dari kebun neneknya. Katanya jauh-jauh hari sebelum itu, mangganya itu
manis-manis dan segar sekali, sehingga Aidil tidak sabar menunggu untuk
mencicipi mangga tersebut. Ketika sore itu, Fahrizal yang baru balik dari
rumahnya langsung mengeluarkan beberapa buah mangga dari dalam tasnya dan
menempatkannya di depan mereka. Spontan saja Aidil yang sudah tidak sabar lagi
keluar kamar untuk meminjam pisau di kamar sebelah. Sesaat setelah itu Aidil
kembali kekamar dengan membawa sebuah pisau di tangan kanannya. Dia langsung
memegang mangga yang paling besar diantara mangga yang lain yang ia lihat.
Setelah mengupas mangga itu, aidil membagi rata ke kawan yang lain yang
kebetulan waktu itu cuma ada mereka bertiga di kamar itu, tanpa seorang Roli
yang kebetulan lagi tidak di asrama pada waktu itu. Setelah mencicipi beberapa
potong mangga, fahrizal langsung bertanya kepada aidil,
“gimana
rasa mangganya dil? Enakkan?”.
“Owh mantap
zal, besok-besok bawa yang banyak lagi ya!”. Pinta Aidil.
“Tenang,
dirumah nenek Aku masih banyak”. Kata Fahrizal.
Beberapa
saat kemudian fahrizal bertanya kepada Fauzi yang dari tadi melibas habis
setiap potongan mangga yang ditempatkan Aidil di dalam piring,
“Gimana
rasa mangganya ji?”. Tanya Fahrizal.
“Pedih
Jal...”. jawabku.
Mendengar
komentar dari fauzi, fahrizal dan aidil agak sedikit heran, dan sejenak
berpikir.
“Gak enak
ji ya mangganya?”. Tanya fahrizal kembali.
“Enaklah..”.
jawab fauzi.
“jadi kok kamu jawab pedih...?”. dengan raut muka yang
penuh tanda tanya.
“iya lah
pedih, orang lagi sariawan, makanya pedih rasanya”.






0 komentar: