Dua Jenis Manusia

07:20 Unknown 0 Comments


            Dalam kehidupan, berbagai jenis manusia hidup berdampingan satu dengan yang lainnya. Didasarkan atas pergaulan dan lingkungan yang berbeda sehingga menciptakan sebuah karakter yang terkadang unik kelihatannya. Ada yang yang pendiam, periang, suka bercanda, tak kenal lelah, sampai ada yang sulit dalam menyerah, optimis, ketika sudah memulai sesuatu. Banyak orang yang berkarakter positif dan tidak jarang pula yang negatif.
            Dalam lingkungan kehidupan, mungkin dua jenis orang yang tanpa terasa terus saja kelihatan dan bergelantungan di depan mata, mungkin kita salah satunya. Apakah keduanya jenis yang buruk? Atau salah satu dari mereka? ataupun keduanya baik? Itu semua kembali kepada anggapan dan penilaian pribadi setiap orang. Munculnya tipe-tipe ini, mungkin dikarenakan ketika kita melihat dari cara mereka menampakan, atau pun nampak dengan sendirinya, masalah yang ada terhadap khalayak ramai; bagaimana cara menyikapi setiap hal yang datang dan berlalu-lalang didepan mereka. Tak jarang, menurut sebagian orang mungkin terkesan aneh atau pun biasa saja.
            Pertama, ada jenis orang yang suka menampakkan hal-hal kecil yang ada pada dirinya namun ternyata mempunyai sesuatu yang sangat besar dan berharga dibelakangnya. Banyak dari mereka yang bahkan tidak ingin memperlihatkannya, namun kondisi dan situasi yang memaksa untuk diceritakan hingga ditunjukkan. Misalnya dalam hal menghadapi sebuah masalah, mereka yang cenderung seperti ini tidak ingin semua orang mengetahui apa yang sedang mereka hadapi, mungkin hanya untuk dibagi kepada sebagian orang terdekat atau pun ditutupi erat dan mencari jalan keluarnya sendiri. Pun, terkadang masalah yang dihadapi terlampau besar bagi mereka, namun orang lain melihat seolah tidak terjadi apa-apa terhadapnya. Begitu juga dalam hal menguasai atau mempunyai. Ada satu atau beberapa hal yang dikuasai dengan baik, namun mereka hanya menempatkannya seolah-olah segelintir saja yang diketahui dan bahkan tidak kelihatan. Mungkin karena rendah diri yang tertanam dalam diri mereka, atau sifat puas terhadap apa saja yang diterimanya, atau pun mereka yang tidak terlalu ingin menunjukkan sebelum sesuatunya pasti.
            Kemudian, jenis orang kedua yang mungkin juga tidak jarang kita dapatkan, jikalau kita peduli, adalah kebalikan dari jenis orang pertama. Jika tipe orang yang pertama tidak suka menunjukkan atau hanya menunjukkan hal kecil yang ada pada mereka, lain halnya dengan tipe kedua ini yang suka menampakkan sesuatu yang seolah-olah sangat besar, namun tak jarang ternyata hanyalah sekerikil adanya, bahkan terkadang hanyalah sebuah pengada-adaan. Misalnya dalam hal menghadapi masalah, mereka terkadang cenderung membesar-besarkan sehingga mengundang para kerabat yang lain ikut prihatin dengan persoalan. Begitu pula dalam hal menguasai atau mempunyai sesuatu, mereka seakan-akan mengetahui dan menguasai segalanya, walaupun benar adanya, namun terkadang hanyalah sebuah pembualan saja. Mungkin dikarenakan keinginan agar orang lain mengetahuinya, atau sifat suka berbicara yang mendorong mereka menjadi seperti itu, atau terkadang sifat sok tau dan mengada-ngadalah penyebabnya.
            Begitulah manusia, punya beragam sifat dan cara untuk terus menjalani kehidupan. Tidak akan ada kata sempurna dalam setiap hal, baik dari segi rupa, sifat, maupun kelakuan. Namun, kita dituntut untuk senantiasa memperbaiki kualitas diri agar hidup sesama manusia menjadi lebih baik, dan kualitas iman, agar hubungan dengan Mahakuasa tetap terjalin dan tak pernah berpaling. Mari mengenal diri kita lebih dalam, agar kita mengetahui apa yang patut di perbaiki dan apa yang bisa ditingkatkan atau ditinggalkan.

You Might Also Like

0 komentar: