Dua Jenis Manusia
Dalam
kehidupan, berbagai jenis manusia hidup berdampingan satu dengan yang lainnya. Didasarkan
atas pergaulan dan lingkungan yang berbeda sehingga menciptakan sebuah karakter
yang terkadang unik kelihatannya. Ada yang yang pendiam, periang, suka
bercanda, tak kenal lelah, sampai ada yang sulit dalam menyerah, optimis,
ketika sudah memulai sesuatu. Banyak orang yang berkarakter positif dan tidak
jarang pula yang negatif.
Dalam
lingkungan kehidupan, mungkin dua jenis orang yang tanpa terasa terus saja
kelihatan dan bergelantungan di depan mata, mungkin kita salah satunya. Apakah
keduanya jenis yang buruk? Atau salah satu dari mereka? ataupun keduanya baik? Itu
semua kembali kepada anggapan dan penilaian pribadi setiap orang. Munculnya
tipe-tipe ini, mungkin dikarenakan ketika kita melihat dari cara mereka menampakan,
atau pun nampak dengan sendirinya, masalah yang ada terhadap khalayak ramai; bagaimana
cara menyikapi setiap hal yang datang dan berlalu-lalang didepan mereka. Tak
jarang, menurut sebagian orang mungkin terkesan aneh atau pun biasa saja.
Pertama,
ada jenis orang yang suka menampakkan hal-hal kecil yang ada pada dirinya namun
ternyata mempunyai sesuatu yang sangat besar dan berharga dibelakangnya. Banyak
dari mereka yang bahkan tidak ingin memperlihatkannya, namun kondisi dan situasi
yang memaksa untuk diceritakan hingga ditunjukkan. Misalnya dalam hal
menghadapi sebuah masalah, mereka yang cenderung seperti ini tidak ingin semua
orang mengetahui apa yang sedang mereka hadapi, mungkin hanya untuk dibagi
kepada sebagian orang terdekat atau pun ditutupi erat dan mencari jalan
keluarnya sendiri. Pun, terkadang masalah yang dihadapi terlampau besar bagi
mereka, namun orang lain melihat seolah tidak terjadi apa-apa terhadapnya. Begitu
juga dalam hal menguasai atau mempunyai. Ada satu atau beberapa hal yang dikuasai
dengan baik, namun mereka hanya menempatkannya seolah-olah segelintir saja yang
diketahui dan bahkan tidak kelihatan. Mungkin karena rendah diri yang tertanam
dalam diri mereka, atau sifat puas terhadap apa saja yang diterimanya, atau pun
mereka yang tidak terlalu ingin menunjukkan sebelum sesuatunya pasti.
Kemudian,
jenis orang kedua yang mungkin juga tidak jarang kita dapatkan, jikalau
kita peduli, adalah kebalikan dari jenis orang pertama. Jika tipe orang
yang pertama tidak suka menunjukkan atau hanya menunjukkan hal kecil yang ada
pada mereka, lain halnya dengan tipe kedua ini yang suka menampakkan
sesuatu yang seolah-olah sangat besar, namun tak jarang ternyata hanyalah
sekerikil adanya, bahkan terkadang hanyalah sebuah pengada-adaan. Misalnya dalam
hal menghadapi masalah, mereka terkadang cenderung membesar-besarkan sehingga
mengundang para kerabat yang lain ikut prihatin dengan persoalan. Begitu pula
dalam hal menguasai atau mempunyai sesuatu, mereka seakan-akan mengetahui dan
menguasai segalanya, walaupun benar adanya, namun terkadang hanyalah sebuah
pembualan saja. Mungkin dikarenakan keinginan agar orang lain mengetahuinya,
atau sifat suka berbicara yang mendorong mereka menjadi seperti itu, atau
terkadang sifat sok tau dan mengada-ngadalah penyebabnya.
Begitulah
manusia, punya beragam sifat dan cara untuk terus menjalani kehidupan. Tidak akan
ada kata sempurna dalam setiap hal, baik dari segi rupa, sifat, maupun
kelakuan. Namun, kita dituntut untuk senantiasa memperbaiki kualitas diri agar
hidup sesama manusia menjadi lebih baik, dan kualitas iman, agar hubungan
dengan Mahakuasa tetap terjalin dan tak pernah berpaling. Mari mengenal diri
kita lebih dalam, agar kita mengetahui apa yang patut di perbaiki dan apa yang
bisa ditingkatkan atau ditinggalkan.






0 komentar: