Research Report


Ambition of English Department Student to be a Teacher


Abstract
This research is accomplished to observe students of English Department of UIN Ar-Raniry about their ambition whether are consistent as department’s aims in creating a teacher candidate or not. A student’s survey on their ambition to be a teacher in studying at English Department was conducted. And the survey shows that student’s ambition are mostly suitable with vision and mission of English Department in creating a teacher candidate. But, there are still some students of English Department that have other ambition than be a candidate of future teacher. So, it is an important issue for English Department to be stricter in selection.

Introduction
Recently, an issue raised in students of English Department area that every student that takes the major really have an ambition to be a teacher in the future or not. There are many conversation that can be heard among them that much of they don’t have any ambition to be a teacher. They present various reason about their other ambition in the future even they are studying at English major. Like a student said that he just want to learn English language in the major without have any ambition to be a teacher. It is really an issue for English Department that have student without aims to be a teacher. According to M. Gorky Sembiring (2008), a teacher is a professional educator. So, how students can be a professional teacher if they don’t have motivation to be a teacher.
Actually, this issue is never heard before. But recently, amount of English department students raised drastically. They come from many perspective that give effect in creating their own aims. And the problem that not all of them have the same motivation to be a teacher is raised.

Methods
This research was accomplished by questionnaire and implemented student at seventh semester to their aims in studying at English Department. But, this research was just implemented on seventeen students used Lekert Scales to observe percentage of ambition to be a future teacher. Survey collection was accomplished in class after studying and they just have about 10 or 15 minutes to complete the questionnaire form. No personal information was collected and the survey also give chance to participant to give their reason.

Results
There was 17 participant on this research. Eleven of them said that be a teacher is really their passion and their dream. The table of the responses is listed below in Table 1.
As student at education department, do you want to be a teacher?
Yes, Absolutely.
Yes, if there is no other choice
No, I don’t want to be.
11
2
4

The survey gave a chance to participant to give their reason based on their answer. There many various reason that given by them. Such as one of participant said, “No, I don’t want to be a teacher because I think being a teacher is not my passion”. And then, there was also participant make a profession of teacher as second priority. But, mostly of they have a big ambition to be a teacher in the future.

Discussion
From the results, it can be seen that students study at English Department don’t have the same ambition to be a teacher in the future. There are still some of them that want to be other profession than be a teacher.
These results can be a reference for official of English department or official of UIN Ar-Raniry in doing a selection to be stricter.

Conclusion
Students that study at English Department or at other Education Department don’t have a same ambition to be a teacher in the future. Much of them have a big ambition to be a teacher, but there are still some of them that make the profession as second option, and some of them don’t want to be a teacher, even.

Recommendations
It is recommended that Official of UIN Ar-Raniry, especially Official of English Department,
  1.  UIN Ar-Raniry Official should be stricter in doing the selection of students.
  2.  English Department should increase the criteria of student candidate



Note:
- Form of Questionnaire >>> Click Here

Surat Terimakasih untuk Ahok


Tulisan dari Agus Khoirul Huda, Lc (Alumni Al Ahgaff - Yaman, Pengasuh SQ KALTIM), Balikpapan, 03 November 2016.

"Ucapan Terimakasih Dari Seorang USTADZ Untuk Pak AHOK"

Kepada ;
YTH Bapak Ahok
Di-Tempat

Salam Kedamaian Teruntuk mereka yang mengikuti petunjuk Allah

Bpk Ahok, mungkin akhir akhir ini anda merasa tertekan karena saudara saudara kami banyak melakukan demo dan tentunya membatasi ruang gerak anda sebagai calon gubernur, hingga anda seorang Gubernur harus naik angkot demi menyelamatkan diri dari kejaran masa, sejujurnya saya turut prihatin dan nggak tega, semoga anda diberikan kesabaran ...
Di saat saudara kami banyak yang menyudutkan anda, saya mencoba untuk BERTERIMAKASIH pada anda, yaa setidaknya saya mencoba memandang dari sudut pandang yang berbeda..

Bpk Ahok, pertama-tama saya ingin mengucapkan Terimakasih sebesar besarnya ...

1. Karena anda sudah memotivasi umat Islam untuk mencintai kembali kitab suci mereka yang sudah lama mereka tinggalkan... alQuran alKarim
Bahkan bukan hanya sekedar cinta, taukah anda mereka juga kini semangat mempelajari tafsirnya. Jujur, Akhir-akhir ini jamaah saya banyak yang meminta kajian tafsir kembali dihidupkan di pengajian mereka. Ini kereeen pak Ahok!, percayalah pada saya, saya berulang kali menyadarkan mereka akan pentingnya mempelajari tafsir al Quran, mereka tidak memperdulikannya, tapi anda .. hanya dengan menghina 1 ayat saja, membuat mereka kini penasaran tentang keindahan alquran dan tafsir-tafsirnya dan kembali mempelajarinya...

2. Bpk Ahok, Terimakasihku juga untuk anda...
Karena anda sudah mengajarkan arti TOLERANSI yang sesungguhnya, menyadarkan bahwa toleransi bukan maknanya membiarkan setiap orang untuk menghina agama orang lain dengan sesuka hatinya. Al quran kami mengajarkan kami untuk tidak menghina tuhan siapapun, kitab apapun, tapi tindakan anda membodohkan kitab kami, menyadarkan kami siapa sebenarnya yang tidak mengerti arti toleransi? 
Di Eropa berapa banyak demo anti Islam, tapi Demi Allah sebenci apapun muslimin kepada anda, belum pernah terjadi demo anti Kristen atau Cina. 
Kaum Kristen dan Para Pendeta di Amerika pernah melakukan pembakaran alQuran, tapi kami tidak berniat sedikitpun untuk membakar Bible anda
Di Prancis mereka mengkarikaturkan Nabi Muhammad dalam keadaan hina, di Indonesia kami belum pernah mengkarikaturkan Yesus terlebih menistakannya
Bahkan di Negri ini, negri muslim terbesar di dunia, anda bisa menghina kitab kami sebagai alat pembohongan, tapi sampai saat ini belum ada ulama yang berkata "bapak ibu mungkin ada yang bilang Yesus anak tuhan, itu terserah bapak ibu, tapi jangan mau dibohongin pakai Bible atau macam-macam itu"
Ilmu terbesar yang anda berikan, anda menyadarkan kami sebenarnya yang RASIS itu siapa ya?

3. Bpk Ahok, Terimakasihku juga...
Karena anda sudah menunjukkan kepada kami, mana muslim sejati dan muslim munafiq yang selama ini tidak terlalu jelas dibedakan. Sayangnya anda cuma menghina al Maidah ayat 51 saja. Sebenarnya kalau anda sedikit saja melanjutkan ayatnya, anda akan menemukan di ayat 52 Allah berfirman
"Maka kalian akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, "Kami takut akan mendapat bencana, " Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka"
Jadi esensi ayat 51 itu ada di ayat yang ke 52, akan munculnya orang-orang mengaku muslim, tapi lebih mencintai anda dari pada alQurannya sendiri hanya karena mengharapkan jabatan dari anda.
Ada kyai tega-teganya menafsirkan hadis "unsur akhooka" (tolonglah saudaramu) dengan memplintir tolonglah akhook. Entah apa yang ia pikirkan? Tapi bagi saya untuk seorang kyai dg titel Doktor, sungguh itu lelucon yang nggak lucu, maafkan saya jika rasa humornya tidak terlalu bagus
Ada tokoh ormas Islam, yang matanya yang melotot, menunjuk-nunjuk ulama yang jauh lebih tua darinya tanpak akhlak dengan menyampaikan argumentasi-argumentasi lemah yang bahkan tidak perlu sekaliber mbah dan kyai MUI, sayapun yang bodoh siap menjawabnya dg mudah.
Ada Partai yang mengaku berbasis wong cilik, tuntutan dari DPD membawa aspirasi rakyatnya untuk tidak mendukung anda, tapi oleh ketumnya tidak dihiraukan, hanya karena survei anda melonjak di atas 80% saat itu, mereka mungkin tidak menyangka sekarang anda akan terjun ke angka 30% dan bisa jadi akan terus turun dengan adanya kasus ini. 
Ayat al Maidah 52 ini membuat saya bergetar, seakan ayat tersebut menggambarkan realita anda. Ayat ini telah turun 14 abad yang lalu pak Ahok...

4. Bpk Ahok, Terimakasihku juga...
Karena anda telah menjadi inspirasi persatuan ummat Islam yang fantastis. Kalau boleh sedikit curhat, saya berdakwah belasan tahun, mendambakan orang NU & Muhammadiah bisa akur, sungguh bukanlah hal yang mudah pak, tapi mata saya berkaca-kaca ketika saya menyaksikan mereka bersatu dalam satu pertemuan demo yang begitu besar yang tentunya itu terjadi karena ulah kreatif anda. Ini mengagumkan pak Ahok..
Ketika melihat FPI yang pro maulid bersatu dengan Muhammadiah yang tidak maulid bergandeng tangan
Ketika melihat HTI yang nggak pernah akur dengan IM (Baca ; PKS) dalam konteks perpolitikan bisa bersatu saling membahu
Ketika meliat salah satu ormas besar melarang pengikutnya ikut demo, tapi instruksi itu dianggap angin lalu, mereka tetap mengibarkan bendera. WOW ini panggilan Tuhan, tidak ada yang menggerakkan, membiayai, dan memerintahkan mereka.
Sahabat jamaah tabligh, Hidayatullah, MUI, GMJ, Ust Arifin Ilham, Ust Bahtiyar Nasir, Pak Amin Rais bahkan AA Giem yang santun turut bangkit bersatu padu. Inilah persatuan yang saya impikan sejak saya kecil, persatuan yang pernah terjadi di perang Badar kini terjadi kedua kalinya, di Negri NKRI tercinta Allahuakbarrr, sekali lagi terimakasih pak Ahok.. 

DAN Akhirnya saya menyadari, di balik bencinya anda dengan ISLAM banyak hikmah yang anda berikan. Sebagai balas budi atas kebaikan anda, saya AGUS KHOIRUL HUDA mendoakan anda dengan hati yang tulus, mudah-mudah Allah SEGERA memberi anda HIDAYAH untuk memeluk Islam sebagai agama anda. Saya yakin di dalam hati anda ada titik hikmah yang akan membawa anda masuk ke dalam hidayah Allah. Banyak orang berkata itu nggak mungkin, anda keras tempramental kepala batu, tapi sadarkah anda seorang Umar bin khottob memiliki sifat tempramental yang jauh lebih besar dari anda. tapi Allah pemilik hati, yang bisa merubah hati, Saya Agus Khoirul Huda, siap terbang ke Jakarta (GRATIS) Untuk berdiskusi tentang kebenaran hidayah Allah, semoga Allah memberi hidayah pada anda, saya menunggu anda di pintu hidayah, dan saya yakin anda akan menjadi UMAR yang dinantikan Islamnya oleh Rasulullah

Balikpapan, 3 November 2016
Agus Khoirul Huda, Lc (Alumni al Ahgaff - Yaman)
Pengasuh SQ KALTIM

FB ; Agus Khoirul Huda
Instagram ; Aguskhoirulhuda1

NB ; buat temen2 yang setuju dengan surat ini Silahkan di Share sebanyak-banyaknya, hingga sampai ke FB pak AHOK. Share anda adalah pahala di mata Allah, semoga yang nge-share dibahagiakan dunia akhiratnya. AMIN

Dua Jenis Manusia


            Dalam kehidupan, berbagai jenis manusia hidup berdampingan satu dengan yang lainnya. Didasarkan atas pergaulan dan lingkungan yang berbeda sehingga menciptakan sebuah karakter yang terkadang unik kelihatannya. Ada yang yang pendiam, periang, suka bercanda, tak kenal lelah, sampai ada yang sulit dalam menyerah, optimis, ketika sudah memulai sesuatu. Banyak orang yang berkarakter positif dan tidak jarang pula yang negatif.
            Dalam lingkungan kehidupan, mungkin dua jenis orang yang tanpa terasa terus saja kelihatan dan bergelantungan di depan mata, mungkin kita salah satunya. Apakah keduanya jenis yang buruk? Atau salah satu dari mereka? ataupun keduanya baik? Itu semua kembali kepada anggapan dan penilaian pribadi setiap orang. Munculnya tipe-tipe ini, mungkin dikarenakan ketika kita melihat dari cara mereka menampakan, atau pun nampak dengan sendirinya, masalah yang ada terhadap khalayak ramai; bagaimana cara menyikapi setiap hal yang datang dan berlalu-lalang didepan mereka. Tak jarang, menurut sebagian orang mungkin terkesan aneh atau pun biasa saja.
            Pertama, ada jenis orang yang suka menampakkan hal-hal kecil yang ada pada dirinya namun ternyata mempunyai sesuatu yang sangat besar dan berharga dibelakangnya. Banyak dari mereka yang bahkan tidak ingin memperlihatkannya, namun kondisi dan situasi yang memaksa untuk diceritakan hingga ditunjukkan. Misalnya dalam hal menghadapi sebuah masalah, mereka yang cenderung seperti ini tidak ingin semua orang mengetahui apa yang sedang mereka hadapi, mungkin hanya untuk dibagi kepada sebagian orang terdekat atau pun ditutupi erat dan mencari jalan keluarnya sendiri. Pun, terkadang masalah yang dihadapi terlampau besar bagi mereka, namun orang lain melihat seolah tidak terjadi apa-apa terhadapnya. Begitu juga dalam hal menguasai atau mempunyai. Ada satu atau beberapa hal yang dikuasai dengan baik, namun mereka hanya menempatkannya seolah-olah segelintir saja yang diketahui dan bahkan tidak kelihatan. Mungkin karena rendah diri yang tertanam dalam diri mereka, atau sifat puas terhadap apa saja yang diterimanya, atau pun mereka yang tidak terlalu ingin menunjukkan sebelum sesuatunya pasti.
            Kemudian, jenis orang kedua yang mungkin juga tidak jarang kita dapatkan, jikalau kita peduli, adalah kebalikan dari jenis orang pertama. Jika tipe orang yang pertama tidak suka menunjukkan atau hanya menunjukkan hal kecil yang ada pada mereka, lain halnya dengan tipe kedua ini yang suka menampakkan sesuatu yang seolah-olah sangat besar, namun tak jarang ternyata hanyalah sekerikil adanya, bahkan terkadang hanyalah sebuah pengada-adaan. Misalnya dalam hal menghadapi masalah, mereka terkadang cenderung membesar-besarkan sehingga mengundang para kerabat yang lain ikut prihatin dengan persoalan. Begitu pula dalam hal menguasai atau mempunyai sesuatu, mereka seakan-akan mengetahui dan menguasai segalanya, walaupun benar adanya, namun terkadang hanyalah sebuah pembualan saja. Mungkin dikarenakan keinginan agar orang lain mengetahuinya, atau sifat suka berbicara yang mendorong mereka menjadi seperti itu, atau terkadang sifat sok tau dan mengada-ngadalah penyebabnya.
            Begitulah manusia, punya beragam sifat dan cara untuk terus menjalani kehidupan. Tidak akan ada kata sempurna dalam setiap hal, baik dari segi rupa, sifat, maupun kelakuan. Namun, kita dituntut untuk senantiasa memperbaiki kualitas diri agar hidup sesama manusia menjadi lebih baik, dan kualitas iman, agar hubungan dengan Mahakuasa tetap terjalin dan tak pernah berpaling. Mari mengenal diri kita lebih dalam, agar kita mengetahui apa yang patut di perbaiki dan apa yang bisa ditingkatkan atau ditinggalkan.

Arti dan Bacaan Shalat


1. Masihkah kita shalat?
2. Rutinkah?
3. Adakah kita melaksanakannya tepat waktu?
4. Berjamaahkah?
5. Sejauh mana tingkat kekhusyukan kita dalam melaksanakannya?
6. Pahamkah kita dengan apa yang kita baca?


            Sempatkah terlintas dipikiran kita semua dengan pertanyaan-pertanyaan yang demikian? Atau, pertanyaan nomor berapakah yang pantas untuk kita ajukan kepada diri kita masing-masing?
          Melaksanakan shalat setiap waktu, dengan melakukannya diawal waktu, dan menjaga kekhusyukan, serta memahami setiap bait percakapan kita dengan Allah swt, mungkin masih berat bagi kita semua. Bahkan terkadang kita masih lupa untuk melengkapi kelimanya dalam sehari, belum lagi menghiasi dengan amalan-amalan sunnahnya. Terkadang kita mampu melaksanakan beberapa dari kelimanya, tapi meninggalkan salah satunya. Terkadang kita mampu untuk mengrutinkan kelimanya setiap hari, tapi kita belum bisa melakukan diawal waktunya. Terkadang kita mampu melaksanakannya diawal waktu, tapi masih sering dilaksanakan tanpa berjamaah. Terkadang kita mampu melibatkan diri kita dalam setiap jamaah shalat di masjid, tapi pikiran kita masih senantiasa menghayalkan hal-hal lain selagi imam membacakan ayat. Terkadang juga kita mampu untuk berusaha menfokuskan diri ke dalamnya, tapi hal itu senantiasa pecah dikarenakan kita belum memahami maksud bacaan yang kita baca. Bagaimanakah seharusnya?
            Sering kita mendengarkan perkataan bahwa “shalat adalah percakapan kita dengan Allah swt,”, tapi pernahkah kita mencoba memahami setiap percakapan itu? Marilah sama-sama kita memperbaiki kualitas shalat dengan setidaknya mengetahui arti dari setiap bacaannya.
Kita semua in shaa Allah pasti sudah mengetahui rukun dan lafaz-lafaz niat setiap shalat, hanya saja kebanyakan dari kita tidak memahami arti dari do’a iftitah sampai dengan tasyahud. Mungkin yang tersaji dibawah ini bisa menjadi sekedar referensi awal kita, sebelum memahami dan mendalami setiap bacaannya lebih lanjut.

1.      DO’A IFTITAH


Artinya : “Allah Mahabesar lagi sempurna kebesarannya, segala puji hanya kepada Allah, pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah di waktu pagi dan petang.

Artinya : “Kuhadapkan wajahku, hatiku, kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin”.

Artinya : “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah pemilik seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku rela diperintahkan, dan aku adalah dari golongan kaum muslimin”.

DOA IFTITAH (bentuk lain dan juga bisa dipakai dalam shalat)

Artinya : “Ya Allah, jauhkanlah aku daripada kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa sebagaimana bersihnya kain putih dari segala kotoran. Ya Allah, sucikanlah aku dari segala kesalahan dengan air, salju dan air embun.

2.      AL-FATIHAH


  
Artinya : “(1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, pemilik seluruh alam. (3) Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (4) Pemilik hari pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami minta pertolongan. (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus. (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan pula mereka yang sesat.”

3.      BACAAN KETIKA RUKU’

Mahasuci Allah yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”

4.      BACAAN I’TIDAL
Allah mendengar orang yang memuji-Nya” 

“Ya Allah bagi-Mu segala pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh barang yang Kau kehendaki setelah itu”.

5.      SUJUD
 “Mahasuci Tuhan yang Mahatinggi serta memujilah aku kepada-Nya”.

6.      DUDUK ANTARA DUA SUJUD 
“Ya Allah Ampunilah dosaku, kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, dan angkatlah derajatku, dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku kesehatan, dan berilah aku ampunan”.

7.      TASYAHUD 


“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan hanya milik Allah. Keselamatan atasmu wahai nabi Muhammad dan rahmat Allah dan berkahnya. Keselamatan pula atas kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad utusan Allah. Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad, dan atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim, dan atas keluarga Nabi Ibrahim. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad, dan atas keluarga beliau. Sebagaimana telah Engkau limpahkan kepada Nabi Ibrahim, dan atas keluarga Nabi Ibrahim. Engkaulah yang terpuji dan mulia di seluruh alam.


            Mudah-mudahan suguhan diatas dapat membantu kita dalam meraih kesempurnaan shalat. Mohon diperbaiki jika memang ada kesalahan.

Cantik atau Cinta?


           Satu pelajaran yang wajib kita pahami di dalam kehidupan ini. Hal ini berkenaan dengan cinta-mencinta antara sesama manusia. Mungkin ini merupakan sesuatu yang sangat sepele, namun sangat berpengaruh bagi setiap hubungan percintaan, baik itu dalam sebuah keluarga maupun antar remaja yang merajut cinta atau sekedar menaruh perasaan suka terhadap sesama. Walaupun sebenarnya, rajutan cinta dikalangan remaja adalah suatu hal yang salah dan tidak boleh dilakukan. Tapi apadaya, hal itu memang sudah menjadi penyakit yang mengendap dalam hati kita setiap remaja maupun dewasa. Dengan demikian, semua kalangan juga semestinya paham dengan hal kecil ini.

            Dalam mencintai, pastinya ada sesuatu yang menyebabkan kenapa cinta itu bisa lahir di dalam benak. Mungkin satu hal yang paling akrab bagi kita adalah cantik, atau tampan kalau dilihat dari sisi pertimbangan wanita. Kata cantik/tampan adalah acuan pertama yang banyak digunakan setiap orang di masa sekarang, dan hal itu memang lumrah jika kita selaku manusia suka dengan suatu hal yang indah-indah. Bahkan Allah swt, pun menyukai hal-hal yang indah. Namun, terkadang kita seringkali memaksa diri untuk memilih pasangan dikarenakan perkara cantik ini. Makhluk Allah yang lumrahnya lupa ini memang seringkali tak menghiraukan dan melupakan pelajaran yang ada dalam Q.S. Al-Baqarah: 216. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”, kira-kira seperti itulah inti pelajaran dari salah satu ayat dalam kitab suci kita itu. Mungkin ayat tersebut akan mampu menjelaskan segala hal yang kita sukai dan tidak dalam dunia ini.

            Sekali lagi, kita seringkali memaksa diri untuk menyukai sesuatu dikarenakan rupa yang indah. Walaupun banyak hal yang sudah kita lihat bahwa itu tidak menjamin hidup kita akan bahagia dibuatnya. Boleh jadi dikarenakan suatu pengacuhan, atau mungkin sifat yang bertentangan dengan apa yang kita punya. Namun hal itu semua kita acuhkan demi mendapatkan dan mempertahankan suatu yang indah itu. Jika kita berbicara tentang suatu hubungan, cantik dan tampannya pasanganlah yang menjadi titik fokus hal ini. Itulah kenapa kita seharusnya lebih memperhatikan banyak hal lain dibandingkan hanya dengan perkara cantik ini. Mungkin hubungan seperti inilah yang dikatakan cinta karena cantik.


            Kemudian, disamping semua itu, ada yang namanya cantik karena cinta. Hubungan dengan motto seperti ini pasti akan selalu tahan akan godaan dan hantaman dari luar. Hubungan ini tidak dibangun diatas suatu pondasi yang cantik atau tampan, tapi mungkin hanya berlandaskan sifat yang baik, agama, saling memperhatikan diantara keduanya, ataupun menerima apa adanya. Hal itulah nanti yang akan menciptakan kecantikan dan ketampanan pada setiap pasangannya. Sungguh menarik jika kita membandingkan antara cinta karena cantik dan cantik karena cinta. Itulah pelajaran kecil yang seharusnya setiap insan memahami!