Bara Api
Pernah aku membaca sebuah buku, satu buku yang cukup membuatku terkesan bahkan tergila-gila akan penulisnya itu. Bahkan sampai-sampai aku lupa waktu dan keenakan bergadang dihampir setiap malam untuk membacanya. Banyak hal yang buku itu ajarkan terhadap kehidupanku, salah satunya adalah tentang pandangan. "Pandangan ibarat sebuah bara api yang senantiasa siap untuk menghanguskan setiap insan yang tidak menjaganya", kira-kira seperti itulah tulisan pelajaran yang ada di dalamnya. Mungkin bagi sebagian dari kita, pandangan adalah salah satu hikmah terindah. Hal itu memang benar, dikarenakan dengan nikmat melihat kita akan mampu menikmati berbagai nikmat-nikmat yang lain. Namun pernahkah kita merenungkan sisi buruk yang diakibatkan oleh pandangan itu sendiri.
Banyak dari kita mungkin tidak menyadari, betapa pandangan itu merupakan sebuah sumbu api kecil yang tiba-tiba bisa menjadi kebakaran yang sangat besar. Pernahkah kau menyadari, banyak kasus perceraian yg terjadi sekarang ini adalah bermula dari api cemburu. Dan dari mana sesungguhnya cemburu itu berasal jikalau bukan dari melihat suatu kesalahan dari pasangan. Pandanganlah salah satu penyebab kehancuran itu. Ketika mata telah memandang sebuah kesalahan, maka bersiaplah api cemburu itu akan membakarmu. Walaupun cemburu merupakan sifat yang mulia, tapi tetap saja hal itu membawa kehancuran bagi yang tidak bisa menjinakkannya. Dikalangan remaja ataupun muda-mudi yang menaruh rasa terhadap lawan jenisnya, tidak jarang juga sering terbakar oleh sumbu api kecil ini. Ketika kita melihat orang yang kita kagumi berbicara dengan orang lain, pandangan itu langsung membuahkan cemburu yang terkadang bisa membuat percintaan menjadi permusuhan. Dan satu hal sepele yang seringkali menjadi awal dari segala sakit hati, benci-membenci, depresi, bahkan sampai lahirnya kasus bunuh diri dikalangan para remaja kita saat ini, yaitu tidak menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Hal inilah yang paling seringkali kita lakukan. Berawal dari kita yang terus memperhatikan, kemudian membuahkan rasa ke hati, tetapi malah tidak berjalan sesuai dengan harapan dan sakit hati pun mengjangkiti. Kronologis kasus ini yang selalu saja terulang-ulang dikehidupan kita, dan penyebabnya tidak lain adalah pandangan.
Perintah Allah sudah tertulis bahwa "Hendaklah laki-laki itu menjaga pandangan dan kemaluannya...". Namun apalah daya, kita selaku manusia yang senantiasa lupa dan sering meremehkan segalanya. Padahal jikalau kita mau berpikir, semua hal itu demi kebahagiaan dan ketentraman hati kita sendiri. Allahu Akbar.
Mari kita sama-sama perbaiki diri. Bahkan jikalau engkau mampu, ber-uzlah-lah! Hal ini akan membuat hatimu senantiasa tentram dan semakin dekat dengan Allah swt. Amin






0 komentar: